Tampilkan postingan dengan label contoh proposal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label contoh proposal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 April 2016

List Contoh Proposal Kegiatan Terbaru

Proposal Kegiatan berasal dari bahasa Inggris yang di dalam bahasa Indonesia mempunyai pengertian usul; tawaran; rencana; perencanaan; pengajuan; atau lamaran. Pengertian itu kemudian meluas menjadi penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai hasil tertentu yang diinginkan.

Dan pada akhirnya, dalam pembicaraan ini kata Proposal Kegiatan diberi pengertian sebagai rencana kerja yang disusun secara sistematik dan terinci untuk suatu kegiatan yang bersifat formal. Sebuah lembaga, instansi, organisasi, bahkan individu yang menginginkan hasil kerja secara optimal, selayaknya mereka mampu membuat perencanaan secara matang. Langkah prakerja yang diperhitungkan oleh individu atau tim pelaksana secara teoritis itulah yang kita kenal sebagai penyusunan proposal.
Secara umum proposal memiliki komponen atau unsur-unsur sebagai berikut:
a. nama kegiatan,
b. dasar pemikiran,
c. tujuan dan manfaat kegiatan,
d. ruang lingkup,
e. waktu dan tempat kegiatan,
f. penyelenggara atau panitia,
g. anggaran biaya,
h. penutup.

Proposal Kegiatan

Penulisan proposal yang lebih kompleks digunakan pada saat seseorang mempunyai program yang besar, misalnya menulis karangan ilmiah yang berupa tesis atau disertasi.
a. Nama Kegiatan
Nama kegiatan yang direncanakan tidak ubahnya sebuah judul proposal. Oleh sebab itu nama tersebut harus dibuat semenarik mungkin sehingga menimbulkan rasa keingintahuan seorang pembaca. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan nama seperti berikut ini:
1) sesuai topik atau pokok permasalahan dalam kegiatan,
2) singkat, padat, dan jelas,
3) sebaiknya diungkapkan dalam bentuk frase.

b. Dasar Pemikiran
Dasar pemikiran dalam proposal merupakan alasan mengapa kegiatan itu harus dilaksanakan. Dalam hal ini, penyusun proposal diharapkan dapat menunjukkan arti pentingnya pelaksanaan kegiatan yang akan dilaksanakan.

c. Tujuan dan Manfaat
Tujuan proposal yaitu sesuatu yang akan dicapai kegiatan yang direncanakan tersebut. Dalam langkah kerja, tujuan ini akan berfungsi mengarahkan aktivitas sehingga tidak mengalami lepas kontrol dari sasaran. Biasanya, tujuan dibedakan atas dua hal yaitu: tujuan jangka pendek dan jangka panjang.
Dalam merumuskan tujuan, harus diingat pula manfaat yang akan dicapai, baik itu manfaat bagi individu perencana maupun manfaat bagi masyarakat umum atau khalayak.

d. Ruang Lingkup
Ruang lingkup kegiatan harus jelas, artinya penyusun proposal harus menetapkan batas-batas pokok permasalahan, sasaran peserta, wilayah, dan aspek lain yang memerlukan pembatasan. Dari pembatasan ini seorang pembaca proposal dapat mengetahui kedalaman dan keluasan objek materi yang direncakan.

e. Waktu dan Tempat Kegiatan
Penentuan waktu dan tempat kegiatan sepertinya mudah, tetapi penyusun proposal jangan sekali-kali meremehkan hal ini. Faktor ini sangat menunjang keberhasilan kegiatan, bahkan sekali salah perhitungan mengenai waktu atau tempat, kegiatan akan mengalami kerugian yang besar. Terlebih-lebih jika penyusunan proposal ini bertujuan untuk mencari sponsor dalam rangka penggalangan dana, faktor waktu dan tempat dapat mempengaruhi penilai proposal sampai pada penentuan disetujui atau ditolaknya proposal tersebut.

f. Penyelenggara/Panitia
Penyusun proposal dapat bersifat pribadi atau tim. Biasanya penyusun yang bersifat tim mengatasnamakan suatu organisasi. Untuk membentuk panitia, penyusun proposal harus jeli dalam menempatkan personal-personalnya sebab dengan membaca kepanitiaan ini seseorang dapat memperkirakan kualitas kegiatan. Ingat, penempatan orangorang yang terkenal sering mempengaruhi pembaca bahkan penyelenggara sering dianggap sebagai jaminan kualitas kegiatan.

g. Anggaran Biaya
Proposal yang baik selalu mencantumkan rincian biaya penyelenggaraan kegiatan. Sebaiknya biaya itu diperhitungkan secara logis dan realistis, baik itu pemasukan maupun pengeluarannya. Estimasi pembiayaan yang dibuat oleh seorang penyusun proposal akan menjadi pertimbangan calon penyandang dana atau donatur. Anggaran biaya dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu: persiapan, operasional dan laporan/hasil.

h. Penutup
Penutup merupakan akhir pembicaraan perencanaan kegiatan. Oleh sebab itu, bagian ini merupakan rayuan terakhir penyusun proposal kepada pembaca atau penilainya untuk menentukan diterima atau ditolaknya suatu proposal. Untuk itu, pada bagian ini penyusun proposal harus dapat memotivasi calon penyandang dana, donatur, sponsor, atau partisipan dengan cara menunjuk-kan rasa optimistis (positive thinking) terhadap kegiatan yang direncanakan.

selanjutnya silahkan lihat di http://www.antarapost.com/2016/04/contoh-proposal-kegiatan-sekolah.html

Daftar Contoh Proposal Kegiatan Terbaik

Contoh Proposal Kegiatan ini berfungsi sebagai sarana pengajuan untuk mengajukan bantuan modal atau bentuk kerjasama baik dalam pengembangan maupun pendirian. Denan adanya proposal usaha diharapkan para investor atau pihak piha yang berkepentingan dapat dengan jelas memahami tentang jenis usaha yang akan dijalankan sehingga investor tertarik.

Hampir sama dengan proposal bisnis, proposal proyek lebih menitik beratkan pada satu proye khusus seperti proyek pembangunan gedung DPR dan lain sebagainya. Contoh Proposal Kegiatanini merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan dana dari pihak terkait untuk dapat melakukan suatu proye. Angka - angka yang masuk dalam rancangan biaya nantinya akan dikalkulasi sebagai pertimbangan. Khusus untuk proposal ini, dalam bagian latar belakang, harap di tulis dengan teliti dan rasional sehingga pihak yang berkepentingan percaya dan tertarik.

Contoh Proposal Kegiatan

Proposal jenis ini sering digunakan untuk melakukan survey, atau kegiatan observasi. Fungsinya bisa sebagai syarat pengajuan ijin melakukan penelitian atau dukungan dana untuk melakukan suatu penelitian.

Proposal ini yang paling lazim dan paling dikenal karena di hampir semua pelosok desa, kegiatan - kegiatan keagamaan atau sosial membutuhkan bantuan dana sehingga dibuatlah proposal sebagai bukti kevalidan kegiatan.

Susunan acara merupakan pelaksanaan dari kegiatan yang diajukan. Susunan acara harus disusun secara jelas dengan sistematika yang mudah dipahami. Dalam susunan acara ini, minimal harus memuat unsur waktu, kegiatan, tempat dan penanggungjawab. Susunan acara ini biasa disusun dalam bentuk rundown. Rancangan anggaran biaya atau estimasi dana ini merupakan rancangan perkiraan pengeluaran yang akan digunakan dalam pelaksanaan kegiatan yang diajukan. Format anggaran terdiri atas, nomor urut, kebutuhan seksi, volume, dan jumlahnya secara terperinci. Bagian penutup ini merupakan kata penutup dari proposal yang diajukan. Penutup berisi kata harapan dan terima-kasih.

Untuk mempermudah anda dalam menyusun proposal usaha. Berikut ini akan saya rangkum beberapa proposal usaha yang telah saya kumpulkan di blog ini sehingga anda akan lebih mudah memilih jenis proposal yang tepat untuk anda.

Lihat selengkapnya di http://www.antarapost.com/2016/04/contoh-proposal-kegiatan-sekolah.html

Kumpulan Contoh Proposal Kegiatan

Contoh Proposal Kegiatan merupakan rencana yang dituangkan ke dalam bentuk rancangan kerja. Secara etimologi, kata proposal berasal dari kata “propositum” yang artinya menampilkan ke muka, membayangkan, mengajukan, dan juga mengusulkan. Bagi seorang mahasiswa, kemampuan untuk membuat proposal pengajuan kegiatan, laporan pertanggungjawaban dan juga aneka surat kegiatan merupakan hal yang sangat penting, terutama bagi mereka yang terlibat dalam suatu organisasi kampus.

Panduan Menulis Proposal Kegiatan Kemahasiswaan - Poin-poin yang ada di dalam sistematika penulisan Contoh Proposal Kegiatan di atas pada dasarnya masih perlu disesuaikan lagi dengan jenis proposal yang diajukan. Jadi, kalau memang ada bagian yang tidak diperlukan, maka bagian tersebut bisa tidak ditulis. Misalnya saja kalau kamu membuat sebuah proposal pengajuan dana kesekretariatan dari organisasi kamu, maka kamu tidak perlu menuliskan susunan panitia, susunan acara dan hal sejenisnya, karena tentu saja hal ini tidak ada dan tidak perlu.

Contoh Proposal Kegiatan

Sebauh halaman judul merupakan lembar tersendiri yang terletak di bagian depan suatu proposal. Di dalam halaman judul ini dapat memuat : Judul kegiatan yang diajukan , Departemen/ divisi yang melaksanakan kegiatan
Lambang perguruan tinggi atau kegiatan yang diajukan, Penempatan lambang kop surat instansi tertinggi ada di sebelah kiri dan instansi yang melaksanakan diletakkan di sebelah kanan. Penulisan instansi tidak boleh disingkat, contohnya saja semisal UGM, maka ditulis seharusnya adalah Universitas Gadjah Mata.

Terkadang, halaman judul juga dibuat dengan desain-desain tersendiri yang menari. Pada intinya, desain untuk memperindah halaman judul masih diperbolehkan, meski dengan catatan beberapa hal berikut ini : Tetap menunjukan formalitas, Menarik dan tidak berlebih-lebihan, Memuat ketentuan pembuatan halaman judul. Judul suatu proposal kegiatan sebisa mungkin dibuat dengan singkat dan jelas. Judul juga harus dapat mengambarkan kegiatan yang akan dilaksanakan. Judul proposal umumnya diletakkan pada baris pertama seelum latar belakang. Dalam penulisan judul, perlu diperhatikan juga tentang bagaimana pemenggalan kata yang tepat saat pergantian baris.

Latar belakang dalam suatu proposal ini berisi tentang hal - hal yang melatarbelakangikeinginan atau daya dorong yang dapat membuatnya melaksanakan kegiatan yang diajukan. Nama kegiatan merupakan ‘nama’ dari kegiatan yang hendak diajukan dengan promosi tersebut. Nama Kegiatan sebaiknya disajikan secara menarik karena digunakan juga sebagai bagian utama dari publikasi. Tema kegiatan merupakan tema dari pelaksanaan kegiatan yang diajukan. Tema ini menggambarkan tentang materi yang diangkat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Tujuan kegiatan yang dituliskan adalah hal yang ingin dicapai dari pelaksanaan kegiatan yang diajukan.

Landasan kegiatan adalah hal yang menjadi dasar dari pelaksanaan kegiatan yang diajukan. Bisa berupa kesepakatan hasil rapat, ketentuan tertentu, dan termasuk tri darma perguruan tinggi. Waktu dan tempat kegiatan ini harus dijelaskan secara tepat dan juga jelas. Sasaran kegiatan ini merupakan objek yang menjadi sasaran dari pelaksanaan kegiatan yang diajukan. Sederhananya, sasaran kegiatan ini merujuk pada kelompok peserta yang menjadi target. Misalnya saja di dalam suatu kegiatan “LKMM” (Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa), maka sasaran kegiatannya adalah mahasiswa. Susunan panitia merupakan nama seluruh pelaksana dari kegiatan yang diajukan. Daftar kepanitiaan ini harus disusun secara jelas dengan sistematika yang mudah dipahami.

Lampiran ini merupakan keterangan lain yang perlu untuk dilampirkan dalam pembuatan proposal. Khusus untuk proposal pendelegasian perlu dilampirkan secara terpisah. Proposal kegiatan yang akan diikuti, dalam hal ini proposal yang dibuat oleh pihak penyelenggaraan kegiatan.
Baca lebih lengkapnya di http://www.antarapost.com/2016/04/contoh-proposal-kegiatan-sekolah.html